Tulang manusia memiliki banyak fungsi, terutama sebagai alat gerak, yang merupakan tugas utama organ ini. Sebagai penyangga tubuh, ia perlu kuat dan ‘makan’ sepanjang usia. Apa sajakah asupan yang tepat untuk tulang?
Tulang manusia memiliki banyak fungsi. Yang sudah banyak diketahui adalah sebagai alat gerak, yang merupakan tugas utama organ ini. Bekerjasama dengan otot dan saraf, tulang bertanggung jawab agar gerakan dapat terkoordinasi dengan baik. Selain itu tulang juga berfungsi untuk memberi bentuk tubuh dan mempertahankannya. Sel darah merah alami tubuh kita juga dihasilkan dalam tulang, tepatnya di dalam sumsum tulang.
Silent Disease
Tetapi sebagaimana halnya manusia, tulang pun membutuhkan ‘makanan’ yang tepat untuk pertumbuhan dan menjaga kesehatannya. ‘Makanan’ tulang adalah nutrisi yang kita konsumsi dalam makanan kita. Dikatakan oleh Prof. dr Walujo Soerjodibroto, MS, SpGK, dengan menerapkan pola makan yang teratur dan asupan gizi yang seimbang dalam tubuh, kita tidak hanya memberi ‘makan’ organ dalam tubuh kita, tetapi juga mencegah berbagai penyakit. Osteoporosis, misalnya, adalah salah satu jenis penyakit yang menyerang bagian tulang. Berasal dari kata osteo (tulang) dan porous (berpori; keropos), penyakit ini memang menyebabkan tulang menjadi keropos tanpa kita sadari. Seperti, patah tulang akibat trauma yang ringan, tubuh makin pendek, atau makin membungkuk, dan nyeri tulang yang merata. Karena gejalanya yang seringkali tidak kita sadari, penyakit ini juga disebut silent disease (pembunuh diam-diam). Faktor penimbulnya terutama dikaitkan dengan usia dan konsumsi makanan. Meski, dikatakan Prof Walujo, riwayat osteoporosis keluarga, kurangnya latihan fisik atau olahraga, menurunnya hormon estrogen pada wanita serta testoteron pada pria, gaya hidup yang tidak sehat (merokok, minum alkohol), serta penggunaan obat-obatan tertentu dapat pula berperan menyebabkan osteoporosis.
Nutrisi Untuk Tulang
Dikatakan oleh Prof. Walujo, sebenarnya osteoporosis dapat dicegah sejak dini. Yakni, dengan asupan gizi yang tepat. Penelitian terbaru dari The National Osteoporosis Foundation Amerika Serikat menyatakan bahwa nutrisi yang kita salurkan untuk tulang juga akan membantu menjaga kekuatan gigi kita.
Kalsium
Kalsium merupakan mineral utama pembentuk tulang. 99% kalsium berada dalam tulang dan gigi sedangkan 1%nya ada di dalam tubuh. Asupan kalsium yang cukup merupakan salah satu jaminan untuk kesehatan tulang, karena kalsium dapat disimpan untuk mempertahankan massa tulang. Pada saat dewasa, kalsium diperlukan untuk memperlambat pengeroposan tulang yang berlebih, serta membantu kerja otot dan sistem saraf. Kalsium juga berperan dalam pengaturan pembekuan darah bila terjadi luka.
Kebutuhan harian : 300 – 400 mg (bayi), 500 – 800 mg (anak-anak), 1.000 mg (usia 19-50 tahun), 1.200 mg (usia 51 tahun ke atas).
Sumber makanan : susu, keju, ikan, daging, telur, bayam, brokoli, tahu, dan tempe. Kalsium juga bisa didapat dari zat hydroxyapatite yang komponennya sama dengan komponen tulang dan lapisan keras mamalia. Berdasar penelitian, kandungan hydroxyapatite terbesar terdapat pada ceker ayam yang banyak mengandung protein yang terdapat pada kulit, otot, tulang dan kolagen (jaringan ikat yang mengandung antigen imunogenik yang bisa mencegah pengeroposan tulang).
Vitamin D
Vitamin D berperan penting dalam mempertahankan massa tulang karena membantu tubuh menyerap kalsium secara lebih efektif. Juga, merupakan regulator positif bagi metabolisme kalsium dan meningkatkan penyerapan kalsium sebanyak 2,5 kali.
Kebutuhan harian : 200 IU to 400 IU per hari.
Sumber makanan : Butter dan margarin, keju, kuning telur, minyak hati ikan, sereal dan tori gandum, ikan herring, ikan mackerel, kerang, ikan salmon.
Vitamin K1 (phyto-K)
Penelitian membuktikan bahwa vitamin K dapat mengaktifkan protein dalam tulang yang mengunci nutrisi-nutrisi penting lain seperti kalsium dan mineral lainnya ke dalam struktur tulang sehingga tulang menjadi kuat dan muda kembali.
Kebutuhan harian : 150mcg per hari.
Sumber makanan : brokoli, bayam, produk-produk susu, telur, minyak sayur (zaitun, canola).
Magnesium
Magnesium memberikan kontribusi yang besar terhadap keseimbangan kalsium dalam tubuh dengan menentukan ukuran kristal tulang sekaligus sebagai transport ion yang menjaga potensi elektrik tubuh.
Kebutuhan harian : 300 – 400 mg.
Sumber makanan : kacang-kacangan (kedelai, polong, kacang tanah), beras merah, oatmeal, sayuran hijau.
Zinc
Berperan dalam membantu transportasi oksigen ke sel darah yang dibutuhkan oleh enzim antioksidan untuk mengatasi kerusakan sendi.
Kebutuhan harian : 8 – 11 mg.
Sumber makanan : bayam, daging sapi, kacang-kacangan, gandum, asparagus, daging ayam.
Vitamin C
Membantu pembentukan tulang dan tulang rawan sehingga terbentuk jaringan sendi yang sehat. Kolagen yang merupakan bahan baku untuk tulang juga membutuhkan vitamin C untuk pembentukannya.
Kebutuhan harian : 500 – 1000 mg per hari.
Sumber makanan : buah-buahan (jeruk, pisang ambon, jambu biji), dan sayur-sayuran seperti tomat.
Vitamin E
Vitamin E membantu meningkatkan asupan oksigen ke otot dengan meningkatkan sirkulasi dan kemampuan gerak otot dan tulang.
Kebutuhan harian : 400 IU per hari.
Sumber makanan : kecambah, kacang-kacangan, asparagus, mentega, dan buah-buahan seperti pisang dan strawberi.
Protein
Adalah zat gizi utama pembentuk matriks tulang, yang berperan seperti rangka yang memberikan struktur, dukungan, dan fleksibilitas.
Kebutuhan harian : 0.8 gr – 1,5 gr / per kilogram berat badan
Sumber makanan : putih telur, susu, ikan, tahu, tempe.
Fosfor
Kebutuhan harian : berbanding 1: 2 dengan kalsium ( 500 gr fosfor : 1000 gr kalsium).
Sumber makanan : telur, ikan.
Vitamin B
Memperbaiki fungsi sel-sel tubuh, terutama tulang dan saraf halus, serta pembentukan sel darah merah.
Kebutuhan harian : maksimal 50 mg.
Sumber makanan : kacang-kacangan, telur, daging, hati, ikan, produk susu.
Asam Folat
Membantu proses sintesis DNA.
Kebutuhan harian : 400 – 600 mg.
Sumber makanan : brokoli, bayam
Fluoride
Membantu memperkuat tulang dan gigi.
Kebutuhan harian : 3 – 4 mg per hari.
Sumber makanan : ikan laut, air putih,
Pendukung Tambahan
Selain asupan nutrisi yang baik, untuk menghindari osteoporosis tidak bisa dilakukan sekali saja, tetapi harus melalui proses yang dimulai dari pencegahan sejak dini. Antara lain dengan berolahraga teratur yang nantinya tidak hanya baik untuk tulang, tetapi juga otot dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Dikatakan oleh dr Tanya Rotikan, SpKO, latihan fisik yang terbaik untuk tulang adalah weight-bearing exercise, misalnya jalan, joging, dansa, dan sebagainya. Juga, usahakan agar berat badan normal. Tubuh yang terlalu berat akan membuat tulang lama kelamaan akan tidak kuat menopang berat badan. Selain itu, kurangi pula konsumsi garam natrium, kopi, dan soft drink yang banyak mengandung karbonat karena akan menghambat penyerapan kalsium dalam tubuh dan membahayakan sel tulang.
Susu untuk Tulang
Menurut Prof dr Walujo Soerjodibroto, MS, SpGK, susu merupakan sumber utama kalsium. Keuntungan lain, susu dianggap lebih praktis dikonsumsi dibandingkan makanan sumber kalsium lainnya. Selain kalsium, susu juga mengandung komponen lain yang juga bermanfaat bagi tubuh, diantaranya; vitamin D, magnesium, fosfor, postassium, vitamin K.
Hasil penelitian menyebutkan bahwa rendahnya konsumsi susu pada masa dewasa memiliki korelasi dengan 3% pengurangan kandungan mineral pada tulang paha, dan berkurangnya kepadatan mineral pada tulang. Disimpulkan pula, wanita yang kurang mengkonsumsi susu pada masa kanak-kanak dan dewasa memiliki massa tulang yang kurang dan memiliki risiko yang tinggi mengalami patah tulang.
Mungkin ada diantara kita yang merasa kurang menkonsumsi kalsium pada saat muda dan merasa terlambat untuk memulai. Namun ternyata berdasarkan penelitian yang di publikasikan dalam Journal of The American Dietetic Association, meskipun sudah berusia lanjut, konsumsi kalsium alami yang berasal dari susu dapat membantu proses remodelling (penyusunan kembali) massa tulang. Massa tulang yang sudah tua mengalami penyerapan (resorpsi), selanjutnya diganti dengan pembentukan massa tulang yang baru. Selain itu, konsumsi susu dapat menurunkan resorpsi tulang, tanpa meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Karena jika proses resorpsi lebih dominan, maka tulang akan keropos dan terjadi osteoporosis.
Jadi, mengonsumsi susu masih merupakan strategi yang cukup bijak untuk mendapatkan asupan kalsium untuk kesehatan tulang. Namun tentu saja bukan sekadar minum susu, melainkan mengonsumsi susu dengan formulasi yang tepat.






